NABIRE, BRILYANTNEWS.COM – Praktik perjudian skala besar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini menjadi sorotan tajam. Ketua Umum LSM EKR, Reimon Lokas, secara terbuka mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah untuk segera mengambil langkah tegas dan melakukan penertiban menyeluruh terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa praktik perjudian ini diduga telah berlangsung lama dan tersebar di berbagai titik distrik. Reimon mensinyalir adanya pembiaran dari Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, mengingat aktivitas tersebut tetap eksis meski telah berulang kali disorot oleh media massa.
Soroti Dampak Sosial dan Ekonomi
Menurut Reimon, keberadaan judi bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman serius bagi ketahanan sosial masyarakat. Ia menekankan bahwa dampak dari aktivitas ini sangat fatal, terutama bagi stabilitas ekonomi keluarga.
“Aktivitas tersebut diduga melakukan pelanggaran serius terhadap sosial ekonomi dan bisa berakibat fatal dalam rumah tangga,” tegas Reimon melalui sambungan telepon pada Kamis (15/1/2026).
Siap Berkoordinasi dengan Presiden
Keseriusan LSM EKR dalam memberantas penyakit masyarakat ini tidak main-main. Reimon menyatakan akan segera melakukan koordinasi langsung.Hal ini sejalan dengan komitmen besar Mabes Polri yang telah gencar melakukan pemberantasan judi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025 lalu.
“Artinya saya menilai kegiatan judi tersebut ada pembiaran. Sudah beberapa kali media mengangkat pemberitaan judi di sana, tapi masih saja berkegiatan. Oleh sebab itu, diminta Polda Papua Tengah untuk segera lakukan penertiban, khususnya di Nabire, dalam waktu dekat,” imbuhnya.
“Tim”







