JAMBI SUNGAI PENUH BRILYANT .News.com – Misteri penyebab kematian Rafi (17), remaja asal Desa Koto Tebat yang diduga menjadi korban penganiayaan maut, kini mulai memasuki babak baru. Tim ahli forensik dari Rumah Sakit M. Jamil Padang resmi diturunkan untuk melakukan otopsi terhadap jasad korban di RSUD Mayjen M. Thalib, Selasa malam (27/01/2026).

Langkah medis ini diambil pihak kepolisian setelah adanya permintaan resmi dari keluarga korban yang ingin memastikan kebenaran di balik peristiwa berdarah pada Minggu sore lalu.

Proses Otopsi Berlangsung Tiga Jam

Dipimpin langsung oleh dr. Taufik, tim ahli forensik tiba di Kota Sungai Penuh sekitar pukul 17.15 WIB. Proses pembedahan untuk kepentingan penyidikan tersebut dimulai pada pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga hampir tengah malam.

Kapolres Kerinci AKBP Ramadhnil, melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetiawan, mengonfirmasi bahwa otopsi ini merupakan bagian dari prosedur Scientific Crime Investigation (penyidikan berbasis ilmiah).

“Kami menindaklanjuti permintaan keluarga untuk mendapatkan bukti otentik. Hasil otopsi ini akan menjadi dasar hukum yang sangat kuat untuk menentukan arah penyidikan selanjutnya, terutama dalam membuktikan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas AKP Very Prasetiawan.

Pelaku Masih Dalam Penyelidikan

Peristiwa memilukan yang merenggut nyawa Rafi terjadi di pinggir jalan setapak perbatasan Desa Koto Tebat dan Kemantan Hilir pada Minggu (25/01) sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban saat itu sedang bersama dua rekannya, Nahla dan Ulf, sebelum insiden terjadi.

Pihak kepolisian sejauh ini telah mengantongi satu nama berinisial SS yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini. Namun, polisi masih menunggu hasil resmi dari tim forensik untuk memperkuat alat bukti sebelum menetapkan langkah hukum lebih jauh.

“Penyidikan masih terus berjalan secara intensif. Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan proses ini kepada pihak kepolisian,” tutup Kasat Reskrim.

Rakina