Jambi Kerinci Btilyant .News.com – Pemandangan tak sedap menghiasi ruas jalan nasional di wilayah Desa Pengasi Lama, Kabupaten Kerinci. Akibat minimnya perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menyediakan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara, bahu jalan di kawasan tersebut kini beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah (TPA) liar.
Kondisi ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama pengamat kebersihan lingkungan. Pasalnya, tumpukan limbah rumah tangga yang meluber ke badan jalan tidak hanya merusak estetika, tetapi juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi menyebarkan penyakit.
Menariknya, lokasi tumpukan sampah ini menyimpan ironi tersendiri. Ruas jalan nasional tersebut merupakan jalur protokol yang sibuk dan kerap dilintasi oleh para pejabat tinggi negara maupun daerah.
Lebih mencolok lagi, jalan ini merupakan akses utama menuju Desa Tarutung, yang diketahui sebagai kampung halaman sekaligus jalur menuju kediaman Wakil Bupati Kerinci. Fakta bahwa jalur “VIP” ini luput dari penataan kebersihan memunculkan pertanyaan besar mengenai prioritas kinerja instansi terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga menjadikan bahu jalan sebagai bak penampungan bukan tanpa alasan. Absennya fasilitas TPS resmi yang memadai di sekitar Desa Pengasi Lama memaksa masyarakat mencari jalan pintas untuk membuang limbah harian mereka.
”Ini menjadi bukti kurangnya kepekaan pemerintah. Warga tidak bisa sepenuhnya disalahkan ketika fasilitas dasarnya saja tidak disediakan. Seharusnya DLH proaktif, apalagi ini jalan nasional dan jalur menuju rumah pimpinan daerah,” ujar salah satu pengamat lingkungan di Kerinci, Minggu ( 1/2)
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah tersebut masih terlihat berserakan. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera turun tangan menyediakan bak kontainer atau membangun TPS yang layak, agar wajah Kabupaten Kerinci tidak tercoreng oleh tumpukan sampah di jalur-jalur utama.
(Penulis – RK )







