Jambi Kerinci Brilyantnews.com – Kondisi infrastruktur jalan nasional di wilayah Pulau Pandan, jalur utama yang menghubungkan Kerinci dan Bangko, kini berada dalam status darurat keselamatan. Masyarakat setempat melaporkan adanya “tebing aspal” yang tercipta akibat peninggian badan jalan yang tidak dibarengi dengan pengurukan bahu jalan yang memadai, sehingga menciptakan risiko kecelakaan fatal bagi pengendara dan warga sekitar.
Kondisi Titik Rawan di Tikungan Layang
Berdasarkan pantauan langsung dan data visual di lapangan, titik paling berbahaya berada di area tikungan layang. Di lokasi ini, badan jalan aspal yang baru saja ditingkatkan menyisakan potongan vertikal atau drop-off yang sangat tinggi dan terjal.
Beberapa fakta teknis yang memicu kekhawatiran warga meliputi:
- Bahu Jalan Bertebing: Tidak adanya transisi landai dari badan jalan ke bahu jalan, melainkan langsung berupa potongan vertikal yang dalam.
- Badan Jalan Sempit: Lebar jalan yang terbatas memaksa kendaraan besar, seperti truk logistik, seringkali harus mengambil posisi sangat mepet ke pinggir aspal saat bermanuver di tikungan.
- Risiko Terguling: Tanpa adanya penopang di sisi jalan, kendaraan yang ban-nya keluar sedikit saja dari jalur aspal dipastikan akan langsung terperosok atau terguling.
Ancaman bagi Pemukiman Warga
Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa posisi jalan nasional tersebut berada jauh lebih tinggi dari lahan dan pemukiman warga. Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga masih beraktivitas di bawah bibir aspal yang curam, termasuk menggunakan lahan di dasar tebing untuk menjemur hasil tani.
Ketiadaan pagar pengaman atau guardrail membuat warga yang berada di bawah “tebing aspal” tersebut dihantui ketakutan akan adanya kendaraan yang sewaktu-waktu bisa terjun langsung menimpa area aktivitas mereka.
”Ini bukan sekadar jalan sempit, tapi ancaman nyawa bagi pengendara dan kami yang tinggal di bawah tebing ini. Jika ada kendaraan yang slip di tikungan ini, mereka akan langsung jatuh ke rumah-rumah warga,” ungkap salah satu perwakilan warga Pulau Pandan.
Tuntutan Penanganan Darurat
Mengingat status jalan ini sebagai urat nadi logistik nasional, warga Pulau Pandan mendesak Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi untuk segera mengambil langkah nyata, di antaranya:
- Pengurukan Bahu Jalan: Melakukan pengisian (backfill) secara merata agar tidak ada celah vertikal yang membahayakan di pinggir aspal.
- Pemasangan Pagar Pengaman: Memasang pembatas besi (guardrail) permanen di sepanjang tikungan layang untuk melindungi area pemukiman di bawahnya.
- Pembangunan Talud: Memperkuat struktur tebing jalan dengan dinding penahan tanah guna mencegah abrasi yang dapat merusak dasar pemukiman warga.
Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum melakukan perbaikan pada titik-titik kritis di jalur nasional Pulau Pandan ini.
Penulis : RK







